Diberdayakan oleh Blogger.
facebook twitter instagram pinterest bloglovin Email

MATERI TKJ

a. Routing

Routing adalah sebuah proses untuk meneruskan paket-paket jaringan dari satu jaringan ke jaringan lainnya melalui sebuah antar-jaringan (internetwork).
Routing merujuk kepada sebuah metode penggabungan beberapa jaringan sehingga paket-paket data dapat dialirkan dari satu jaringan ke jaringan selanjutnya.
Digunakanlah sebuah perangkat jaringan yang disebut sebagai Router.
Konsep Routing
jarkom7
Papan penunjuk arah, memberikan pengetahuan ke arah mana kita akan menuju sesuai dengan keperluan kita.
Analogi ini juga terjadi dalam jaringan, internet sebuah jalan yang menghubungkan banyak tempat dan jutaan rute yang bisa dipilih.
Perangkat jaringan yang ditugasi sebagai penunjuk arah ialah Router dan daftar arah disimpan dalam sebuah tabel yang disebut Routing Table.
b. Proses Routing
jarkom8
Komputer A bergabung dengan jaringan 10.0.0.0 dengan IP 10.10.10.2 jika ingin berhubungan dengan B, maka A akan memeriksa tabel routing yang berada di komputernya.
Table Routing A
Clipboard08
Agar dapat berkomunikasi dengan 20.20.20.2 (dari A ke B), maka A membutuhkan Hardware Address dari B.
PC-A mengirim ARP request ke alamat broadcast 255.255.255.255 untuk menanyakan MAC address dari 20.20.20.2 hingga broadcast ke Router 10.10.10.1 dan router akan mengecek tabel routingnya.
Tabel Routing Router
Clipboard09
Router akan meneruskan broadcast ke range ip 20.0.0.0 untuk mencari alamat hardware B dengan menanyakan siapa yang memiliki alamat ip 20.20.20.2
B menjawab dan memberikan MAC Address yang dimilikinya kepada Router dan Router melanjutkannya ke A.
Selanjutnya A dan B dapat melakukan komunikasi melalui data hardware tersebut.
c. JENIS ROUTING
Terdapat 2 jenis Routing, yaitu :
static routing (routing statis): sebuah router yang memiliki tabel routing statik yang di setting secara manual oleh para administrator jaringan.
Rute yang dipelajari oleh router ketika seorang administrator membentuk rute secara manual.
Administrator harus memperbarui atau mengupdate rute statik ini secara manual ketika terjadi perubahan topologi antar jaringan (internetwork).
dynamic routing (routing dinamis): sebuah router yang memiliki dan membuat tabel routing secara otomatis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling berhubungan antara router lainnya.
Rute yang dipelajari oleh router setelah seorang administrator mengkonfigurasi sebuah protokol routing yang membantu menentukan rute.
Sekali seorang administrator jaringan mengaktifkan rute Dinamik, maka rute akan diketahui dan diupdate secara otomatis oleh sebuah proses routing ketika terjadi perubahan topologi jaringan yang diterima dari “internetwork”.
Static vs Dynamic
Clipboard10
d. Tabel Routing
Tabel Routing adalah sebuah tabel yang berisi tentang informasi darimana sumber, tujuan, dan lewat mana sebuah paket akan dikirimkan.
Tabel Routing berisi informasi:
Alamat Network Tujuan
Interface Router yang terdekat dengan network tujuan
Metric, yaitu sebuah nilai yang menunjukkan jarak untuk mencapai network tujuan, menggunakan teknik berdasarkan jumlah lompatan (Hop Count).
Jika jaringan tujuan terhubung langsung (directly connected) di router, Router langsung mengetahui port yang harus digunakan untuk meneruskan paket.
Jika jaringan tujuan tidak terhubung langsung dengan router, Router harus mempelajari rute terbaik yang akan digunakan untuk meneruskan paket. Informasi ini dapat dipelajari dengan cara :
Manual oleh “network administrator”
Pengumpulan informasi melalui proses dinamis dalam jaringan.
d. Dynamic Routing
Dynamic routing digunakan untuk menangani kelemahan static routing yang tidak dapat mencari jalur alternatif ketika jalur pengiriman putus sehingga data tidak dapat terkirim.
Secara umum dynamic routing dibagi menjadi 2 kategori yaitu:
Distance Vector
Link State
– Distance Vector
Distance vector adalah proses routing berdasarkan arah dan jarak dalam penetapan jalur terbaik (the best path) hanya melibatkan jumlah hop (hop count).
Routing ini tidak dapat menganalisis bandwidth.
Distance vector mendapatkan informasi dari router yang terhubung langsung dengan jaringan router tersebut.
Berdasarkan informasi tersebut, kemudian akan mengolah tabel routing.
Yang tergolong Distance vector adalah:
RIP versi 1
RIP versi 2
IGRP (Interior Gateway Routing Protocol)
Cara Kerja Distance Vector
Sebuah router awalnya hanya memiliki informasi tentang jaringan yang terhubung secara langsung dengannya.
Kemudian router yang lain akan saling mengirimkan data jaringan yang ia punya. Setiap router akan melakukan pengecekan terhadap data-data yang didapat dan dibandingkan dengan table routing masing-masing router.
Jika belum ada maka akan dimasukkan, jika sudah, dibandingkan jumlah hop-nya.
– Link State
Link state adalah proses routing yang membangun topologi databasenya sendiri (lebih modern dari Distance Vector).
Link State akan melakukan penyelidikan terhadap semua koneksi yang ada dalam jaringan.
Dalam Link State hop count, kapasitas bandwidth jaringan serta parameter-parameter lainnya ikut menentukan jalur terbaik (the best path) melalui router tetangganya.
Router tetangga dicari dengan “hello packet”.
Kelebihan Link State
Support VLSM dan CIDR
Link State Advertisements, adalah paket kecil dari informasi routing yang dikirim antar router.
Memiliki topologi database (berisi tentang informasi semua router yang terhubung dengan jaringan)
Memiliki Algorithma SPF (Shortest Path First) dan SPF Tree yang membentuk percabangan untuk penentuan jalur terbaiknya.
Lebih cepat dalam penyatuan jaringan jika dibandingkan dengan Distance Vector
Cara Kerja Link State
Router akan mengirimkan hello packet secara periodik (tercipta LSA-Link State Algoritm).
Setiap router akan mempelajari sebuah router tetangganya dari database LSA.
Setelah LSA terupdate, maka SPF algorithma akan mempelajari dan menghitung jumlah metric yang dibutuhkan untuk mencapai tujuannya.
Informasi ini yang akan digunakan untuk mengupdate routing table.
Routing table akan berubah jika ada router yang mati.
Karena Link State menggunakan triggered update maka tidak perlu menunggu selama waktu tertentu untuk mengupdate table routing.
Jadi ketika jaringan mengalami perubahan, Link State akan langsung mengupdate table routingnya.
Setiap routing akan menghitung jarak terpendek ke router yang lain dengan Shortest Path First (SPF) dan membentuk tree.
Untuk mencapai router yang sama, setiap router mempunyai tree yang berbeda.
Yang tergolong Link State adalah:
OSPF (Open Shortest Path First)
e. Protocol Dinamic Routing
Protocol Routing
Routing Protocol maksudnya adalah protocol untuk me-routing.
Routing protocol digunakan oleh router-router untuk memelihara /meng-update isi dari tabel routing untuk menentukan jalur (path) yang dilalui oleh sebuah paket melalui sebuah internetwork.
Contoh dari routing protocol adalah RIP, IGRP, EIGRP, dan OSPF.
RIP (Routing Information Protocol)
RIP menggunakan jumlah lompatan (hop count) untuk menentukan cara terbaik ke sebuah network remote, yaitu jumlah router yang harus dilalui oleh paket-paket untuk mencapai alamat tujuannya.
Hop count RIP hanya dibatasi sampai 15 hop, selebihnya router akan memberikan pesan error destination is unreachable.
Keterbatasan RIP:
Metric: RIP menghitung routing terbaik berdasarkan hop count, padahal belum tentu hop count yang rendah menggunakan protokol LAN yang bagus dan bisa saja RIP memilih jalur jaringan yang lambat.
RIP hanya dapat mengatur hingga hop count 15, selebihnya paket akan dibuang (untuk mencegah loop pada jaringan).
RIP tidak dapat mengatur classless routing, hanya menggunakan classful routing (/8, /16, /24).
EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol)
EIGRP merupakan routing protocol termasuk Cisco proprietarty yang berarti hanya bisa digunakan sesama router cisco saja (pengembangan dari IGRP-Interior Gateway Routing Protocol)
disebut juga sebagai hybrid-distance-vector routing protocol karena EIGRP menggunakan dua tipe routing protocol yaitu Distance Vector dan Link State.
Kelebihan EIGRP:
Protokol yang menggunakan fitur route backup.
EIGRP menyimpan backup terbaik setiap route-nya sehinga jika terjadi kegagalan di jalur utama maka EIGRP akan menawarkan jalur alternatif tanpa menunggu waktu convergence.
Mudah dikonfigurasi seperti RIP.
EIGRP merupakan satu-satunya protocol yang dapat melakukan unequal load balancing.
Mendukung multiple protocol network (IP, IPX dan lain-lain).
OSPF (Open Shortest Path First)
Sebuah protocol standar terbuka yang telah diimplementasikan oleh sejumlah vendor jaringan.
OSPF bekerja dengan algoritma Dijkstra.
– Pertama sebuah pohon jalur terpendek (shortest path tree) akan dibangun,
– Kemudian routing table akan diisi dengan jalur-jalur terbaik yang dihasilkan dari pohon tersebut.
OSPF merupakan routing protocol berjenis IGP (Interior Gateway routing Protocol) yang hanya dapat bekerja dalam jaringan internal suatu organisasi atau perusahaan.
Kelebihan OSPF :
Merupakan routing protocol standar terbuka
Mendukung VLSM dan CIDR
Dapat membentuk heirarki routing menggunakan konsep area
Tidak mempunyai batasan hop
Metric ditentukan berdasarkan bandwidht (defaultnya=/bandwidth)
Jika terjadi perubahan pada internetwork hanya akan dikirim partial update. Full update akan dikirim pada interval waktu 30 menit (defaultnya)
Waktu yang diperlukan untuk konvergen lebih cepat dan cocok digunakan dalam jaringan besar.
f. Simulasi Dynamic Routing
– Peralatan yang dibutuhkan
* 1 PC/Laptop
* Aplikasi Packet Tracer (5.3.3 atau terbaru)
Hal yang dilakukan
Kita akan membuat Routing RIP
Gunakan packet tracer untuk menggambar topologi jaringan seperti berikut ini:
Clipboard11
Router – Router à menggunakan FastEthernet 0/0
Router – Client à menggunakan FastEthernet 0/1
Kabel penghubung  menggunakan Cross-Over
Lakukan konfigurasi untuk masing-masing client.
Double Click pada masing-masing PC, pilih tab Desktop à IP Configuration
PC A                                                          PC B
Clipboard12Clipboard13
Lakukan konfigurasi untuk router Denpasar.
Double Click pada router Denpasar, pilih tab CLI
Jika ada “Continue with configuration dialog? [yes/no]:” ketikkan no, kemudian Enter.
Router> enable
Router# configure terminal
Router(config)# hostname Denpasar
Denpasar(config)# interface fastEthernet 0/0
Denpasar(config-if)# ip address 30.30.30.1 255.0.0.0
Denpasar(config-if)# no shutdown
Denpasar(config-if)# exit
Denpasar(config)# interface fastEthernet 0/1
Denpasar(config-if)# ip address 192.168.10.1 255.255.255.0
Denpasar(config-if)# no shutdown
Denpasar(config-if)# exit
Denpasar(config)# router rip
Denpasar(config-router)# network 30.0.0.0
Denpasar(config-router)# network 192.168.10.0
Denpasar(config-router)# end
Denpasar# write
Building configuration…
[OK]
Lakukan konfigurasi untuk router Surabaya.
Double Click pada router Surabaya, pilih tab CLI
Jika ada “Continue with configuration dialog? [yes/no]:” ketikkan no, kemudian Enter.
Router> enable
Router# configure terminal
Router(config)# hostname Surabaya
Surabaya(config)# interface fastEthernet 0/0
Surabaya(config-if)# ip address 30.30.30.2 255.0.0.0
Surabaya(config-if)# no shutdown
Surabaya(config-if)# exit
Surabaya(config)# interface fastEthernet 0/1
Surabaya(config-if)# ip address 192.168.20.1 255.255.255.0
Surabaya(config-if)# no shutdown
Surabaya(config-if)# exit
Surabaya(config)# router rip
Surabaya(config-router)# network 30.0.0.0
Surabaya(config-router)# network 192.168.20.0
Surabaya(config-router)# end
Surabaya# write
Building configuration…
[OK]
Pengujian
Klik Icon              klik pada PC-B dan PC-A
Jika Konfigruasi sudah benar akan keluar tampilan
:Clipboard14
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Older Posts

Komputer dan Dasar Jaringan

  • komputer dan dasar jaringan mengurutkan

Keamanan dan Troubleshoting Jaringan

  • Keamanan dan Troubleshoting Jaringan

Sistem Operasi Jaringan, Adminstrasi server dan Rancang Bangun Jaringan

  • 3.1 TROUBLESHOTING LAPISAN FISIK JARINGAN LAN
  • 3.2 MEMAHAMI KEAMANAN SISTEM OPERASI JARINGAN
  • 3.3 MEMAHAMI PROSES AUDIT SERVER
  • 3.4 CARA MELAKUKAN KONFIGURASI INTEGRASI SISTEM OPERASI DENGAN JARINGAN
  • 4.2 MENYAJIKAN HASIL KEAMANAN SISTEM KEAMANAN JARINGAN
  • 4.4 MENYAJIKAN KONFIGURASI HASIL INTEGRASI SISTEM OPERASI JARINGAN
  • PENGERTIAN RANCANG BANGUN JARINGAN
  • konfigurasi

Komputer Terapan dan Komunikasi Data

  • mengklasifikasi prinsip kerja subscriber internet telepon

mapel administrasi infrastruktur jaringan

  • 3.1 Mengevaluasi VLAN pada jaringan
  • 3.2.PERMASALAHAN VLAN
  • 3.3MEMAHAMI PROSES ROUTING
  • 3.4MENGEVALUASI ROUTING STATIS
  • 3.5 MENGANALISIS PERMASALAHAN ROUTING STATIC
  • 3.6 Mengevaluasi routing dinamis
  • 3.7 Mengevaluasi permasalahan routing dinamis.
  • 4.1 mengkonfigurasi VLAN
  • 4.2 Melakukan perbaikan konfigurasi VLAN
  • 4.3Mengkaji jenis - jenis routing
  • 4.4 Mengkonfigurasi routing statis.
  • 4.4.Menyajikan hasil konfigurasi integrasi sistem operasi dengan jaringan (internet)
  • 4.5 Memperbaiki konfigurasi routing statis.
  • 4.6 Mengkonfigurasi routing dinamis.
  • 4.7 Memperbaiki konfigurasi routing dinamis.
  • pemetaan

teknik layanan jaringan

  • 3.1-5 Menganalisis kebutuhan telekomunikasi dalam jaringan
  • 4.1-5 Menyajikan hasil analisis kebutuhan telekomunikasi dalam jaringan
  • perangkat keras dan lunak

Pemilihan Aplikasi Server berdasarkan kebutuhan pasar

  • Pemilihan Aplikasi Server berdasarkan kebutuhan pasar
  • materi pembalajaran sistem operasi

Sistem Operasi jaringan

  • 3.1 Memahami administrasi jaringann
  • 3.1.1
  • 3.2
  • 3.3
  • 3.4
  • 4.1.Menyajikan hasil administrasi sumber daya jaringan
  • 4.2.Menyajikan hasil keamanan sistem keamanan jaringan
  • 4.3.Menyajikan hasil audit server jaringan
  • 4.4.Menyajikan hasil konfigurasi integrasi sistem operasi dengan jaringan (internet)
  • praktikum selanjutnya

rancang bangun jaringan

  • Rancang Bangun Jaringan

latihan soal

  • C .MATERI PEMBELAJARAN
  • LATIHAN SOAL TKJ I
  • LATIHAN SOAL TKJ II

troubelshoting jaringan

  • 3.1 Memahami troubelshoting lapisan fisik jaringan LAN (1)
  • 3.2. Memahami troubleshooting lapisan data link jaringan LAN (1)
  • cara setting acces point (1)

Administrasi server

  • 3.2 setting dhcp via mikrotik
  • Identifikasi kebutuhan dari server
  • Pemilihan Aplikasi Server
  • Service pada setiap sistem operasi
  • Survey kebutuhan client dari server
  • adminstrasi server
  • cara setting acces point
  • sistem Operasi yang bisa digunakan untuk keperluan pembangunan komputer server

Kerja projek

  • kerja projek

materi harian

  • observasi

JOBSHET

  • jobshet

PRAKTIKUM

  • PRAKTIKUm 3.2
  • Praktikum

soal cbt

  • PH.1

UKK

  • FIREWALL HTTP
  • LOGGING
  • NTP
  • SAFETY
  • Service pada setiap sistem operasi
  • UKK tahun 2018-2019
  • blok proxy
  • firewall
  • firewall nat
  • gateway
  • setting dns
  • web proxy

KISI-KISI PERSIAPAN UNBK 2019

  • KISI-KISI UN 2018-2019 (2)
  • PEMBAHASAN NO 1
  • Penalaran dan Logika
  • Tugas Kisi kisi Persiapan UNBK 2019
  • a.STRUKTUR KONTROL DALAM BAHASA PEMPROGAMANN
  • b. Konversi Antar Tipe Data
  • c.Menerapkan konfigurasi BIOS pada komputer
  • d. Pengertian Protokol Pengalamatan.
  • e.kinerja I/O bus komputer terapan
  • f.Berbagai standar komunikasi data
  • g.. MANAJEMEN HARDDISK PADA SERVER
  • h. TROUBLESHOOTING PADA SISTEM OPERASI JARINGAN
  • i. Tata Cara Pengamanan pada Peralatan Jaringan
  • j.Kebutuhan persyaratan alat untuk membangun server

Owner

Bejo
Lihat profil lengkapku

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates