Diberdayakan oleh Blogger.
facebook twitter instagram pinterest bloglovin Email

MATERI TKJ

1.1       Prasyarat
Kemampuan awal yang dipersyaratkan untuk mempelajari modul ini adalah :
1.1.1.      Siswa telah mamapu melakukan instalasi perangkat jaringan berbasis local (LAN) dengan baik.
1.1.2.      Siswa telah mampu melakukan instalasi sistem operasi jaringan berbasis text (Linux Debian)
1.1.3.      Siswa telah mampu mengoperasikan perintah-perintah dasar dalam linux debian.
1.2       Tujuan Pembelajaran
1.2.1        Peserta diklat mampu menjelaskan tentang pengertian WAN dan karakteristiknya.
1.2.2        Peserta diklat mampu menjelaskan perangkat-perangkat yang digunakan dalam Jaringan WAN.
1.2.3        Peserta diklat dapat melaksanakan penginstalan jaringan Berbasis Luas (WAN) sesuai dengan prosedur.
BAB 2
KEGIATAN BELAJAR
2.1       Kegiatan Belajar 1 : Pengenalan Jaringan Berbasis Luas (WAN)
2.1.1   Pengertian Jaringan Berbasis Luas (WAN)
Jaringan WAN adalah jaringan komunikasi data yang menghubungkan user-user yang ada di jaringan yang berada di suatu area geografik yang besar. Layanan WAN terfokus beroperasi pada layer Physical dan Data Link pada model OSI layer. Jaringan WAN biasanya selalu menggunakan fasilitas transmisi yang disediakan oleh perusahaan telekomunikasi seperti perusahaan layanan telepon.
Lembaga-lembaga yang menanganai standarisasi jaringan WAN diantaranya :
  1. International Telecommunication Union-Telecommunication Standardization Sector (ITU-T)
  2. Consultative Committee for International Telegraph and Telephone (CCITT)
  3. International Prganization for Standardization (ISO)
  4. International Engineering sTask Force (IETF)
  5. Electronics Industries Association (EIA)
2.1.2   Isitilah-Istilah Dalam Jaringan WAN
Untuk memahami jaringan WAN lebih lanjut, ada beberapa istilah yang harus dipahami dalam jaringan WAN yaitu :
  1. CPE (Customer Premises Equipment), adalah perlengkapan millik pelangngan, yaitu perlengkapan / peralatan yang dimiliki oleh pelanggan dan berada di lokasi pelanggan.
  2. Demarcation Point, (titik demarkasi) yaitu titik di mana tanggung jawab service provider berakhir dan CPE dimulai, yang biasanya berupa sebuah jack yang memiliki sebuah konektor female RJ-45, dan biasanya juga berupa perangkat CSU/DSU (Channel Service Unit/Data Service Unit) berupa modem dan sejenisnya.
  3. Local Loop, ialah jalur yang menggubungkan Demarcation Point denganswitching officeterdekat, yang disebut central office
  4. Central Office, ialah titik yang menghubungkan pelanggan dengan jaringan switching dari service provider.
  5. CSU/DSU (Channel Service Unit / Data Service Unit) adalah alat dalam WAN yang digunakan untuk mengkonversi sinyal digital CPE menjadi apa yang dimengerti oleh switch di provider. CSU/DSU biasanya sebuah alat yang terhubung ke sebuah jack RJ-45 yang disebut sebagai titik demarkasi. Biasanya berupa modem
  6. DTE (Data Terminal Equipment) adalah semua alat yang berlokasi disisi user dari sebuah interface user-network yang bertindak sebagai sebuah destinasi, sumber atau keduanya. DTE meliputi alat-alat seperti multiplexer, router, penerjemah protocol, dan komputer. Koneksi ke sebuah network remote dilakukan melalui DCE (Data communication equipment) seperti modem.
  7. DCE (Data communication equipment) adalah mekanisme dan link dari sebuah network komunikasi yang menyusun bagian network dari interface user ke network seperti modem.
Ide dibalik WAN adalah mampu menghubungkan dua buah network DTE melalui sebuah network DCE. Network DCE termasuk CSU/DSU, melalui pengkabelan dan switch disisi provider dan kemudian diteruskan ke CSU/DSU yang lain. Perhatikan gambar diagram jaringan WAN berikut ini.


Gambar 2.1 Diagram jaringan WAN
2.1.3   Jenis-Jenis Koneksi Jaringan WAN
Jenis-jenis koneksi dalam WAN berbeda dengan jenis konoksi dalam LAN, jika dalam LAN kita mengenal 2 jenis koneksi jaringan yaitu client-server dan peer to peer, maka jenis-jensi koneksi dalam WAN adalah sebagai berikut :
  1. Leased Line disebut juga point-to-point atau dedicated connections(koneksi yang disediakan khusus untuk pelanggan dimana bandwithnya khusus untuk pelanggan itu saja). Sebuah Leassed Line adalah sebuah jalur komunikasi WAN dari CPE yang telah ditetapkan sebelumnya oleh service provider melalui switch DCE menuju CPE di lokasi remote yang memungkinkan jaringan-jaringan DTE berkomunikasi setiap saat dengan tanpa melalui prosedur setup terlebih dahulu sebelum melakukan transmisi data.
Jenis koneksi ini memberikan koneksi secara terus menerus setiap saat dan dapat digunakan kapanpun, tentunya dengan biaya yang lebih mahal.
  1. Circuit Switching adalah sebuah jalur komunikasi yang digunakan dengan network dial up seperti PPP dan ISDN yang harus melakukan set up pada koneksi terlebih dahulu sebelum melewatkan data, sama seperti melakukan panggilan telepon.
Jenis koneksi ini memiliki kemampuan untuk memberikan koneksi secara terus menerus, namun hanya untuk sementara waktu saja atau selama Anda ingin melakukan komunikasi saja. Tentunya hal ini akan menghemat biaya.
  1. Packet Swicthing adalah sebuah jalur komunikasi yang berdasarkan pada transmisi data dalam paket-paket yang memungkinkan data dari berbagai alat pada network untuk berbagi kanal komunikasi yang sama secara serentak. Keuntungannya kita dapat berbagi bandwith dengan sesame pengguna untuk menghemat biaya. Packet Switching dapat dianggap sebagai sebuah leased line tetapi dengan harga circuit switching. Kekurangannya adalah Packet Swicthing hanya berjalan dengan baik jika transfer data tidak bersifat kontinu atau hanya diperlukan sewaktu-waktu.
2.1.4   Protokol-Protokol Jaringan WAN
Protokol-protokol dalam WAN merupakan protocol dalam teknologi WAN yang bekerja pada layer physical dan data link pada model OSI 7 layer, diantaranya :
  1. HDLC (High level data link control) dikembangkan oleh Synchrounous data link control (SDLC) yang diciptakan oleh IBM sebagai sebuah protocol koneksi di layer data link (dalam OSI 7 layer). Header HDLC tidak membawa identifikasi jenis protocol yang dibawa dalam enkapsulasi HDLC. Karena itu setiap vendor yang menggunakan HDLC memiliki cara mereka sendiri dalam melakukan identifikasi protocol layer network yang berarti setiap HDLC yang dimiliki sebuah vendor bersifat proprietary (artinya hanya dapat dipakai untuk perelengkapan buatan mereka sendiri)
  2. PPP (Point-to-point) adalah protocol standart industry, karena semua versi multiprotocol HDLC bersifat proprietary, maka PPP dapat digunakan untuk menciptakan koneksi point-to-point antara perlengkapan dari vendor-vendor yang berbeda. PPP mengizinkan autentikasi dan koneksi multilink dan dapat berjalan melalui link yang asynchrounous dan synchrounous. PPP merupakan protocol paling umum digunakan untuk akses internet dial up.
  3. Frame Relay adalah sebuah protocol enkapsulasi layer data link dengan usaha terbaik dan akses yang dibagi (shared access) dan merupakan sebuah standart industry yang melayani beberapa rangkaian virtual dan protocol diantara mekanisme yang berhubungan. Diciptakan sebagai pengganti dari protocol X.25
  4. ISDN (Integrated Services Digital Network) adalah sekumpulan layanan digital yang memindahkan suara dan data melalui sambungan telephone yang ada. ISDN lebih cepat daripada sambungan dial up.
  5. LAPB (Link Access Procedure, Balanced) adalah sebuah protocol connection oriented pada layer data link untuk digunakan pada protocol X.25
  6. ATM (Asynchronous Transfer Mode) adalah protocol yang diciptakan untuk lalu lintas data yang sensitive terhadap waktu, menyediakan transmisi suara, video dan data secara serentak. ATM menggunakan cell yang panjangnya 53 byte.
2.1.5   Karakteristik Jaringan Berbasis Luas (WAN) 
Sebuah jaringan berbasis luas (WAN) mempunyai beberapa karakteristik penting yang membedakannya dengan LAN. Adapun Karakteristik penting tersebut antara lain :
  1. Terhubung ke peralatan yang tersebar ke area geografik yang luas bahkan seluruh dunia (internet)
  2. Menggunakan jalur layanan umum, misalnya perusahaan telekomunikasi. PT. Telkom, PT. Indosat, PT. Excelcomindo dan lain-lain untuk membentuk jaringan di dalan area geografik tersebut.
  3. Didesain untuk bekerja selama 24 jam secara terus menerus.
2.1.6   Perbandingan antara Jaringan Berbasis Luas (WAN) dengan Jaringan LAN.
Secara garis besar perbandingan antara LAN dan WAN dapat dilihat pada tabel berikut ini.  
NOASPEKLANWAN
1JangkuanLokal / SempitLebih Luas
2BandwithLebih BesarLebih Kecil
3InsfrastrukturDimiliki sendiriSewa dari provider
4TeknologiEthernet,PPP, HDLC, Frame Relay,ISDN, ATM
5Jenis KoneksiClient Server, Peer to PeerLeassed Line, Circuit Switching, Packet Swicthing
6LayananSewaktu-waktuTerus menerus 24 jam
Tabel 2.1 Perbandingan LAN dan WAN
2.2       Kegiatan Belajar 2 : Pengenalan Perangkat Jaringan Berbasis Luas (WAN)
2.2.1   Pengenalan Modem
  1. Pengertian Modem
Modem berasal dari singkatan MOdulator DEModulator. Modulatormerupakan bagian yang mengubah sinyal informasi kedalam sinyal pembawa (carrier) dan siap untuk dikirimkan, sedangkan Demodulator adalah bagian yang memisahkan sinyal informasi (yang berisi data atau pesan) dari sinyal pembawa yang diterima sehingga informasi tersebut dapat diterima dengan baik. Jadi Modem adalah perangkat yang dapat merubah sinyal informasi digital menjadi sinyal analog agar dapat dikirimkan melalui media komunikasi seperti kabel telepon atau sinyal komunikasi selular (Handphone).
Modem mengirim data melalui jalur telepon dengan memodulasi dan demodulasi sinyal.  Sinyal digital ditumpangkan ke sinyal suara analog yang dimodulasi untuk ditransmisikan.  Pada sisi penerima sinyal analog dikembalikan menjadi sinyal digital atau demodulasi. Pada istilah jaringan WAN modem disebut perangkat CSU/DSU
  1. Jenis-Jenis Modem
Terdapat dua jenis modem secara fisiknya, yaitu :
  1. Modem internal, yaitu modem yang terpasang langsung pada computer pada slot expansi berupa slot AMR dan PCI (untuk PC Desktop), dan slot PCMCIA (untuk Laptop)
  2. Modem Eksternal, yaitu modem tambahan yang terpasang diluar computer, biasanya terhubung melalui port USB (seperti modem GSM), atau Port RJ-45 (seperti modem ADSL).
Jenis-jenis modem berdasarkan media koneksinya, yaitu :
  1. Modem ISDN, yaitu jenis modem yang menggunakan layanan ISDN (Integrated Services Digital Network).


Gambar 2.2 Modem ISDN Athera NT1 2000
  1. Modem GSM, yaitu modem yang menggunakan frekuensi GSM 900 Mhz. Biasanya menggunakan port USB untuk terkoneksi dengan komputer


Gambar 2.3 Modem GSM
  1. Modem Analog, yaitu modem yang mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital. Biasanya modem ini terpasang langsung pada motherboard pada laptop atau dipasanga melalui slot PCI / AMR pada komputer desktop. Jenis layanan yang cukup terkenal adalan telkomnet instan
Gambar 2.4 Modem analog
  1. Modem ADSL, yaitu modem yang menggunakan layanan ADSL (Asymetric Digital Subscribe Line) yang memungkinkan berselancar internet dan menggunakan telepon analog secara berbarengan. seperti layanan Telkom Speedy.


Gambar2.5 Modem ADSL
  1. Modem kabel yaitu modem yang menerima data langsung dari penyedia layanan lewat TV Kabel.
  2. Modem CDMA yaitu modem yang menggunakan frekuensi CDMA 800 MHz atau CDMA 1x. Dan yang terbaru menggunakan frekuensi EVDO Rev-A (setara dengan 3G) dan teknologi CDMA terbaru adalah EVDO Rev-B.
2.2.2   Pengenalan Router
  1. Pengertian Router
Router adalah perangkat jaringan yang menghubungkan jaringan satu dengan jaringan lainnya. Disamping itu router juga dapat menentukan jalur yang paling efektif untuk dilewati sebuah paket dalam suatu jaringan.Router mengatur jaringan dengan menyediakan kontrol dinamis melalui sumber daya dan mendukung tugas dan tujuan dari jaringan. Beberapa tujuan tersebut antara lain konektivitas, perfomansi yang reliabel, kontrol manajemen dan fleksibilitas.
Router memiliki fungsi utama yaitu sebagai penghubung antara dua atau lebih jaringan untuk selanjutnya meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Perbedaannya dengan Switch adalah switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN). Dalam hal ini router berfungsi sebagai penghubung antara Jaringan Lokal (LAN) dengan Jaringan berbasis luas (WAN).
  1. Jenis-jenis Router
Secara fisik router terbagi menjadi dua jenis, yaitu :
  1. Router Hardware, adalah hardware yang memiliki kemampuan menjalankan fungsi router, contohnya router buatan pabrik seperti cisco, Routerboard, D-Link, TP-Link, Dll.
  2. Router PC, yaitu PC dengan system operasi yang memiliki kemampuan menjalankan fungsi router. Contoh system operasi yang dapat digunakan adalah semua jenis sistem operasi server seperti Windows Server, Linux Server, Mikrotik,  Dll.
  3. Router Aplikasi, yaitu aplikasi yang dapat diinstall pada system operasi sehingga system operasi tersebut akan memiliki kemampuan menjalankan fungsi router, contoh aplikasinya adalah WinRoute, WinGate, SpyGate, dan WinProxy.
  1. Cara Kerja Router
Fungsi utama Router adalah merutekan paket (informasi). Sebuah Router memiliki kemampuan Routing, artinya Router secara cerdas dapat mengetahui kemana rute perjalanan informasi (paket) akan dilewatkan, apakah ditujukan untuk host lain yang satu network ataukah berada di network yang berbeda.
Jika paket-paket ditujukan untuk host pada network lain maka router akan meneruskannya ke network tersebut. Sebaliknya, jika paket-paket ditujukan untuk host yang satu network maka router akan menghalangi paket-paket keluar.
2.3   Kegiatan Belajar 3 : Installasi Perangkat Jaringan Berbasis Luas (WAN)
2.3.1   Topologi Jaringan (Gambar Topologi dan Rancangan IP Address)
Untuk memudahkan memahami pengertian WAN dan LAN maka dapat disimpulkan WAN adalah jaringan internet dan LAN adalah jaringan lokal yang kita bangun. Sehingga menginstalasi perangkat jaringan berbasis luas (WAN) dapat diartikan dengan bagaimana menginstalasi sebuah jaringan LAN agar dapat terhubung dengan jaringan WAN (Internet).
Untuk mendapatkan koneksi ke jaringan internet maka kita harus terdaftar pada salah satu perusahaan penyedia jasa layanan Internet (ISP, Internet Service Provider) kemudian kita akan menggunakan perangkat CSU/DSU yang sesuai dengan ISP tersebut.
Contoh perusahan ISP Nasional diataranya :
NOISPPRODUKPERANGKAT CSU/DSU
1TelkomTelkom Speedy, Telkom Flexy, Telkom Astinet dllModem ADSL, Modem CDMA
2Indosat IM3IM3 BroomModem GSM
3XLXL InternetModem GSM
4TelkomselTelkomsel FlashModem GSM
5Lintas ArtaDedicated ConnectionMenyesuaikan
6Indosat M2Dedicated ConnectionMenyesuaikan
Tabel 2.2 Contoh ISP Nasional
Untuk perusahaan ISP lokal lampung seperti NusaNet, Prima Net, ChipNet dll. Topologi jaringan yang akan kita praktekkan dapat digambarkan sebagai berikut



Gambar 2.6 Contoh Topologi jaringan WAN
Keterangan :
  1. IP Address untuk PC A, PC B, PC C serta Node D pada interface router hak seorang administrator untuk menentukannya, biasanya menyesuaikan dengan jumlah host yang dibutuhkan.
  2. IP Address untuk Node E pada interface router harus mengikuti yang diberikan ISP karena titik tersebut menjadi Dermacation Point dari ISP yang bersangkutan.
  3. Contoh ini menggunakan jenis koneksi WAN leased line (dedicated connection)
  4. Contoh perancangan IP Address sebagai berikut (misalnya seorang administrator memiliki 20 host)
Node E / Interface pada router
IP address       : 172.16.16.17/28
Gateway          : 172.16.16.30/28
DNS                : 192.168.202.30
Sesuai ISP
Node D / Interface pada router
IP address       : 192.168.10.1/27
Gateway          : –
DNS                : 192.168.202.30
Sesuai kebutuhan host
PC A / LAN pada client A
IP address       : 192.168.10.2/27
Gateway          : 192.168.10.1/27
DNS                : 192.168.202.30
PC B / LAN pada client B
IP address       : 192.168.10.3/27
Gateway          : 192.168.10.1/27
DNS                : 192.168.202.30
PC A / LAN pada client C
IP address       : 192.168.10.4/27
Gateway          : 192.168.10.1/27
DNS                : 192.168.202.30
(selengkapnya lihat materi subnetting)

2.3.2   Installasi Router Menggunakan Routerboard Mikrotik
Pada praktek ini akan menggunakan Routerboard Mikrotik RB750 dengan spesifikasi memiliki 5 buah port ethernet 10/100, dengan prosesor Atheros 400MHz.  dan sudah termasuk dengan lisensi level 4 dan adaptor 12V.


Gambar2.7 Routerboard mikrotik RB750
Secara garis besar tahapan-tahapan dalam mengerjakan praktek ini adalah sebagai berikut :
  1. Siapkan topologi / gambar jaringan yang akan dibangun dan rancangan IP Address yang akan digunakan.
  2. Siapkan dan susun peralatan sesuai dengan topologi / gambar yang akan dibangun.
  3. Pastikan semua perangkat sudah berjalan dengan baik (on) termasuk sistem operasi dan driver. Terutama driver LAN Card pada PC
  4. Konfigurasi IP Address pada masing-masing node sesuai dengan rancangan yang telah ditetapkan
  5. Tes ping dari masing-masing node dan pastikan sudah terhubung dengan baik
  6. Konfigurasi Netwotk Address Translation (NAT) pada router agar router mampu membungkus packet data dari LAN agar dapat dikirim melalui WAN.
Pastikan tahap a b c sudah dikerjakan dengan benar kemudian ikuti langkah-langkah berikut untuk tahap berikutnya (d e f).
Konfigurasi IP Address pada router board mikrotik
  1. Konfigurasi ini dilakukan melalui PC Klien (OS Windows) dan menggunakan program Winbox
  2. Jalankan program winbox, klik icon    agar program winbox melakukan searching router mikrotik.

  
  1. Kemudian klik pada Alamat MAC Address dari Router tersebut (untuk melakukan seleksi) kemudian ketik username admin, password dikosongkan kemudian klik Connect


Gambar 2.9 Tampilan aplikasi Winbox
Konfigurasi ini adalah konfigurasi default. Untuk kembali pada konfigurasi ini dapat dilakukan dengan menekan tombol reset.
  1. Maka akan tampil halaman konfigurasi mikrotik sebagai berikut



  1. Sebelum melakukan konfigurasi IP Address, terlebih dahulu harus diketahui interface mana saja yang kita gunakan sesuai topologi yang kita bangun. Dalam hal ini interface untuk koneksi ke WAN menggunakan either1 (Node E) sedangkan interface untuk koneksi ke LAN menggunakan either2 (Node D). (Dalam mikrotik NIC dikenal dengan nama either) kemudian diberi nomor urut mulai dari 1 sampai sejumlah port yang dimiliki.
  1. Untuk melakukan konfigurasi IP Address pada either1 (Node E), klik menu IP kemudian klik Addresses, kemudian klik ikon



  1. Kemudian masukkan Alamat IP Address 172.16.16.17/28, pastikan Interface benar dan klik Apply, maka kolol network akan terisi secara otomatis, kemudian klik OK.
  2. Lakukan langkah yang sama (f, g) untuk melakukan konfigurasi IP Address pada either2 (Node D), sehingga hasilnya sebagai berikut.



  1. Kemudian Konfigurasi IP Address pada komputer klien (PC Klien A) (OS Windows 7 / Menyesuaikan)
Gambar 2.13 Tampilan konfigurasi IP Address Windows 7
  1. Lakukan langkah yang sama untuk klien yang lain. Kemudian lakukan pengujian dengan perintah ping dari klien ke router dan sebaliknya dan pastikan hasilnya berjalan dengan baik.
Dari klien ke r
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments

PROSES KOMUNIKASI DATA DALAM SEBUAH JARINGAN



1.      Transmisi Data
Transmisi data merupakan proses pengiriman data dari sumber ke penerima data dengan menggunakan komputer ataupun media elektronik lainnya. Dimana sumber sebagai awal proses transmisi dengan menggunakan media transmisi yang dapat berupa kabel, dan radiasi elektronik kepada alat elektronik lain yang berfungsi sebagai penerima. Media transmisi ini berfungsi sebagai jalur transmisi dari data yang dikirimkan. Terkait media transmisi yang tersedia saat ini adalah dengan menggunakan media kabel, dan radiasi elektromagnetik.

Tipe Channel Transmisi :
1)      Tipe transmisi satu arah (one way transmision) adalah arah channel pengiriman transmisi hanya satu arah dimana sumber berfungsi sebagai hanya sebagai pengirim transmisi saja kepada penerima begitu juga alat penerima hanya memiliki satu fungsi.
2)      Tipe transmisi dua arah bergantian (either way transmision) merupakan channeltransmisi dapat mengalir dalam dua arah, namun aliran transmisi ini harus dilakukan secara bergantian.
3)      Tipe dua arah serentak (both way transmision) pada tipe channel transmisi ini arah informasi data dapat mengalir dalam dua arah sekaligus, dengan kata lain channel transmisi dapat mengirim dan menerima pada saat bersamaan.

2.      Media Transmisi Data

a.      Media Kabel
Pengunaan media kabel pada proses transmisi data hanya digunakan untuk area local saja . Terdapat tiga jenis kabel yang digunakan untuk media transmisi pertama kabel tembaga yang biasa digunakan untuk telepon,coaxial cable, dan fiber optic cable.
·        Coaxial Cable adalah kabel yang dibungkus dengan metal lembek, kabel ini memiliki tingkat transmisi data yang lebih tinggi dibandingkan dengan kabel biasa, namun harganya relatief lebih mahal dibandingkan kabel biasa.
·        Fiber Optic Cable adalah jenis kabel yang terbuat dari serabut kaca (optical fibers) yang tipis dengan diameter sebesar rambut manusia. Fiber optic cable memiliki tingkat kecepatan pengiriman data sepuluh kali lipat lebih besar dari coaxial cable.

b.      Media Radiasi Elektromagnetik
Bila sumber data dan penerima berada dalam jarak yang jauh, media transmisi menggunakan media radiasi elektromagnetik yang dipancarkan melalui udara terbuka, yang dapat berupa gelombang mikro (microwave), sistem satelit dan sistem laser.

1.      Microwave
Microwave merupakan gelombang radio frekuensi tinggi yang dipancarkan dari sebuah pemancar ke pemancar lainnya ,microwave juga merupakan gelombang yang tidak boleh terhalang (line of sight) oleh bangunan, bukit, dan gunung. Jangkauan yang dicapainya yaitu 30 meter sampai 50 meter ,oleh karena itu dibutuhkan stasiun stasiun relay untuk memperkuat sinyalnya

2.      Satellite System
Keterbatasan microwave yang tidak boleh terhalang dan cakupan yang tidak begitu luas. Maka stasiun pemancar microwave di bumi pada lokasi satu memancarkan sinyalnya ke satellite di luar angkasa, yang berfungsi sebagai stasiun relay, untuk kemudian mengirimkannya kembali ke stasiunmicrowave di bumi pada lokasi lainnya yang ingin dituju. Gelombang mikro ini pula mampu menembus ruang hampa udara 

3.      Sistem Laser
Teknologi sinar laser saat ini sudah digunakan namun dibutuhkan banyak pengembangan, akan tetapi di masa yang akan datang para ahli teknologi informasi meramalkan penggunaan sinar laser akan lebih optimal daripada media transmisi yang ada sekarang ini.

3.      Komponen Network
Komponen dari sebuah network adalah node dan link, node adalah titik yang dapat menerima input data ke dalam network atau menghasilkan output informasi atau bahkan keduanya. Node dapat berupa dapat berbentuk mikro komputer, komputer mainframe raksasa (node pusat/komputer pusat), modem, multiplexer printer atau alat cetak lainnya. Sedangkan link adalah channel atau jalur transmisi atau carrier untuk membawa arus informasi atau data diantara node. Link dapat berbentuk kabel, microwave system, laser system atau satelite system.

4.      Koneksi Jaringan dan Internet
Jaringan internet pada dasarnya adalah merupakan jaringan komunikasi data yang terbangun dari komputer individual atau kumpulan‐kumpulan jaringan komputer skala kecil yang saling terintegrasi (interkoneksi).

1)      LAN (Local Area Network)

            Local Area Network atau LAN, merupakan suatu Jenis Jaringan Komputer dengan mencakup wilayah lokal. Dengan menggunakan berbagai perangkat jaringan yang cukup sederhana dan populer, seperti menggunakan kabel UTP (Unshielded Twisted-Pair), Hub, Switch, Router, dan lain sebagainya.

2)      MAN (Metropolitan Area Network)

            Metropolitan Area Network atau MAN, merupakan Jenis Jaringan Komputer yang lebih luas dan lebih canggih dari Jenis Jaringan Komputer LAN. Disebut Metropolitan Area Network karena Jenis Jaringan Komputer MAN ini biasa digunakan untuk menghubungkan jaringan komputer dari suatu kota ke kota lainnya. Untuk dapat membuat suatu jaringan MAN, biasanya diperlukan adanya operator telekomunikasi untuk menghubungkan antar jaringan komputer.

3)      WAN (Wide Area Network)

            Wide Area Network atau WAN, merupakan Jenis Jaringan Komputer yang lebih luas dan lebih canggih daripada Jenis Jaringan Komputer LAN dan MAN. Teknologi jaringanWAN biasa digunakan untuk menghubungkan suatu jaringan dengan negara lain atau dari satu benua ke benua yang lainnya. Jaringan WAN bisa terdiri dari berbagai Jenis Jaringan Komputer LAN dan WAN karena luasnya wilayah cakupan dari Jenis Jaringan Komputer WAN. Jaringan WAN, biasanya menggunakan kabel fiber optic serta menanamkannya di dalam tanah maupun melewati jalur bawah laut.

4)      Internet

            Internet merupakan jaringan komputer yang global atau mendunia. Karena Internet merupakan jaringan-jaringan komputer yang terhubung secara mendunia, sehingga komunikasi dan transfer data atau file menjadi lebih mudah. Internet bisa dikatakan perpaduan antara berbagai Jenis Jaringan Komputer beserta Topologi dan Tipe Jaringan yang saling berhubungan satu sama lain.

5)      Wireless (Tanpa Kabel)

            Wireless merupakan Jenis Jaringan Komputer yang menggunakan media transmisi data tanpa menggunakan kabel. Media yang digunakan seperti gelombang radio, inframerah, bluetooth, dan microwave. Wireless bisa difungsikan kedalam jaringan LAN, MAN, maupun WAN. Wireless ditujukan untuk kebutuhan mobilitas yang tinggi.

5.      Topologi Jaringan

1.     Topologi Bus

Dihubungkan dengan satu kabel dalam satu baris. Jika kabel putus maka komputer lain tidak dapat berkomunikasi

2.     Topologi Star
Akses kontrol terpusat. Kerusakan pada satu kanal hanya akan mempengaruhi komputer tersebut. Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh komputer tidak dapat berkomunikasi.

3.     Topologi Ring
Jaringan yang terdiri dari beberapa komputer yang saling terhubung satu sama lain tanpa komputer pusat. Setiap node berfungsi sebagai repeater.

4.     Topologi Tree
Kombinasi karakteristik antara topologi star dan bus. Jaringan pada model ini bersifat hirarki. Dapat terbentuk suatu kelompok (subjaringan) pada setiap saat. Apabila node tertinggi tidak berfungsi, maka kelompok di bawahnya juga tidak berfungsi
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Older Posts

Komputer dan Dasar Jaringan

  • komputer dan dasar jaringan mengurutkan

Keamanan dan Troubleshoting Jaringan

  • Keamanan dan Troubleshoting Jaringan

Sistem Operasi Jaringan, Adminstrasi server dan Rancang Bangun Jaringan

  • 3.1 TROUBLESHOTING LAPISAN FISIK JARINGAN LAN
  • 3.2 MEMAHAMI KEAMANAN SISTEM OPERASI JARINGAN
  • 3.3 MEMAHAMI PROSES AUDIT SERVER
  • 3.4 CARA MELAKUKAN KONFIGURASI INTEGRASI SISTEM OPERASI DENGAN JARINGAN
  • 4.2 MENYAJIKAN HASIL KEAMANAN SISTEM KEAMANAN JARINGAN
  • 4.4 MENYAJIKAN KONFIGURASI HASIL INTEGRASI SISTEM OPERASI JARINGAN
  • PENGERTIAN RANCANG BANGUN JARINGAN
  • konfigurasi

Komputer Terapan dan Komunikasi Data

  • mengklasifikasi prinsip kerja subscriber internet telepon

mapel administrasi infrastruktur jaringan

  • 3.1 Mengevaluasi VLAN pada jaringan
  • 3.2.PERMASALAHAN VLAN
  • 3.3MEMAHAMI PROSES ROUTING
  • 3.4MENGEVALUASI ROUTING STATIS
  • 3.5 MENGANALISIS PERMASALAHAN ROUTING STATIC
  • 3.6 Mengevaluasi routing dinamis
  • 3.7 Mengevaluasi permasalahan routing dinamis.
  • 4.1 mengkonfigurasi VLAN
  • 4.2 Melakukan perbaikan konfigurasi VLAN
  • 4.3Mengkaji jenis - jenis routing
  • 4.4 Mengkonfigurasi routing statis.
  • 4.4.Menyajikan hasil konfigurasi integrasi sistem operasi dengan jaringan (internet)
  • 4.5 Memperbaiki konfigurasi routing statis.
  • 4.6 Mengkonfigurasi routing dinamis.
  • 4.7 Memperbaiki konfigurasi routing dinamis.
  • pemetaan

teknik layanan jaringan

  • 3.1-5 Menganalisis kebutuhan telekomunikasi dalam jaringan
  • 4.1-5 Menyajikan hasil analisis kebutuhan telekomunikasi dalam jaringan
  • perangkat keras dan lunak

Pemilihan Aplikasi Server berdasarkan kebutuhan pasar

  • Pemilihan Aplikasi Server berdasarkan kebutuhan pasar
  • materi pembalajaran sistem operasi

Sistem Operasi jaringan

  • 3.1 Memahami administrasi jaringann
  • 3.1.1
  • 3.2
  • 3.3
  • 3.4
  • 4.1.Menyajikan hasil administrasi sumber daya jaringan
  • 4.2.Menyajikan hasil keamanan sistem keamanan jaringan
  • 4.3.Menyajikan hasil audit server jaringan
  • 4.4.Menyajikan hasil konfigurasi integrasi sistem operasi dengan jaringan (internet)
  • praktikum selanjutnya

rancang bangun jaringan

  • Rancang Bangun Jaringan

latihan soal

  • C .MATERI PEMBELAJARAN
  • LATIHAN SOAL TKJ I
  • LATIHAN SOAL TKJ II

troubelshoting jaringan

  • 3.1 Memahami troubelshoting lapisan fisik jaringan LAN (1)
  • 3.2. Memahami troubleshooting lapisan data link jaringan LAN (1)
  • cara setting acces point (1)

Administrasi server

  • 3.2 setting dhcp via mikrotik
  • Identifikasi kebutuhan dari server
  • Pemilihan Aplikasi Server
  • Service pada setiap sistem operasi
  • Survey kebutuhan client dari server
  • adminstrasi server
  • cara setting acces point
  • sistem Operasi yang bisa digunakan untuk keperluan pembangunan komputer server

Kerja projek

  • kerja projek

materi harian

  • observasi

JOBSHET

  • jobshet

PRAKTIKUM

  • PRAKTIKUm 3.2
  • Praktikum

soal cbt

  • PH.1

UKK

  • FIREWALL HTTP
  • LOGGING
  • NTP
  • SAFETY
  • Service pada setiap sistem operasi
  • UKK tahun 2018-2019
  • blok proxy
  • firewall
  • firewall nat
  • gateway
  • setting dns
  • web proxy

KISI-KISI PERSIAPAN UNBK 2019

  • KISI-KISI UN 2018-2019 (2)
  • PEMBAHASAN NO 1
  • Penalaran dan Logika
  • Tugas Kisi kisi Persiapan UNBK 2019
  • a.STRUKTUR KONTROL DALAM BAHASA PEMPROGAMANN
  • b. Konversi Antar Tipe Data
  • c.Menerapkan konfigurasi BIOS pada komputer
  • d. Pengertian Protokol Pengalamatan.
  • e.kinerja I/O bus komputer terapan
  • f.Berbagai standar komunikasi data
  • g.. MANAJEMEN HARDDISK PADA SERVER
  • h. TROUBLESHOOTING PADA SISTEM OPERASI JARINGAN
  • i. Tata Cara Pengamanan pada Peralatan Jaringan
  • j.Kebutuhan persyaratan alat untuk membangun server

Owner

Bejo
Lihat profil lengkapku

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates